Jumat, 09 Desember 2011
Ada orang bilang, kalau setiap orang mempuyai takaran gelas rejeki
masing-masing. Cukup dengan menerima satu gelas takar. Tidak bisa lebih
tapi kalau kurang sangat mungkin. Jika gelas diisi air hingga penuh,
lalu terus diisi, maka air akan tumpah. Jika kita menerima itu menjadi
bagian dari kita yang kita yakini, niscaya itu sudah terjelma. Rejeki
kita tetap, tidak lebih dari takaran.
Tung Desem Waringin bilang kalau ternyata 1% orang di dunia menguasai
50% uang yang beredar, dan 5% orang di dunia menguasai 90% uang yang
beredar. Bahkan ketika Tung Desem Waringin ketika pernah bekerja di
bank swasta yang terbesar saat itu, pada waktu beliau pantau, ternyata
menguasainya 70% uang yang ada di bank beliau tadi. Pertanyaanya kalau
uang di dunia dibagi rata pada semua orang, ternyata yabg menyedihkan
adalah kata Marshal Silver dibukunya yang berjudul Provit Power &
Passion, bilang, kalau 1% uang yang dikuasai 1% orang di dunia ini
dibagi rata maka dalam jangka 5 tahun uang itu akan kembali ke komposisi
yang semula. Buat orang yang tidak layak, pasti ada saja kebutuhan yang
harus di penuhi. Kata kebanyakan orang itu bukan rejekinya. Rejeki itu
bukan miliknya.
Bisakah kita menjadi berhak atas rejeki yang luar biasa besarnya itu?
Tentu bisa. Nasib bisa kita ubah bagi kita yang mau berusaha. Kata para
pakar psikolog, nasib kurang baik itu hanyalah adanya mental blok yang
bercokol dalam diri kita yaitu pikiran kita. Istilah ilmiahnya, pikiran
bawah sadar kita yang berjalan tanpa kita sadari, telah terisi dengan
program yang kadang ada bagian program yang tidak kita sadari merasuk
secara sadar maupun tidak sadar. Ada yang baik dan yang buruk juga
banyak. Yang terus menjadi kebiasaan buruk inilah yang harus kita hapus,
atau diubah menjadi lebih baik atau berubah menjadi yang terbaik baut
hidup kita.
Pikiran bawah sadar sudah banyak yang tahu adalah pikiran yang secara
tidak kita sadari berjalan sesuai program kehidupan kita. Kontribusinya
paling mudah kita pahami adalah ketika kita tidur, pikiran bawah sadar
kita selalu menyuruh paru-paru kita untuk selalu bernafas, jantung masih
memompa darah, meskipun secara sadar justru kita tidak bisa
menyuruhnya.Contoh lagi paling mudah kita fahami adalah kemampuan kita
terhadap keseimbangan, dan kecekatan, ketika kita berjalan terantuk batu
kecil. Secara reflek kita berusaha menunduk dan mengatur keseimbangan
sedemikian rupa hingga tetap berdiri.Ini adalah kebiasaan berjalan yang
sudah kita lakukan sejak kecil, tertanam secara baik ke dalam pikiran
bawah sadar kita.
Berbagai hal yang tertanam dalam pikiran bawah sadar kita yang tertanam
rapi begitu lama membekas dan terbiaskan dalam wujud nyata. Ini salah
satu mental blok yang baik. Dan ternyata mental blok yang buruk ada
juga. Misalnya tertanam dalam pikiran bawah sadar kita yang menyetujui
kalau kita memang pantasnya menjadi orang yang biasa-biasa saja. Contoh
adalah pikiran bawah sadar yang tertanam dari kebanyakan anak dari
keluarga miskin. Yang menganggap bahwa kemiskinan adalah bagian dari
kehidupannya. Inilah nasibnya. Merasa bodoh. Merasa tidak mampu. Mungkin
pikiran semacam inilah yang juga sudah tertanam dalam diri. Dalam
keadaan semacam itu, tidak semua orang mempunyai pemikiran semacam ini.
Terbelenggu dengan keadaan. Terjajah oleh nasibnya sendiriSebagian besar
menerima dengan ikhlas secara visual, meskipun dalam hati menggerutu.
Sebagian kecil orang memberontak secara halus dengan menolak keadaan
ini. Dan memilih untuk mengubah nasibnya.
Banyak para pakar psikolog menyarankan untuk berkonsultasi dengannya dan secara bersama dibantu ahliya untuk menghancurkan mental blok
yang bercokol dalam diri. Pilihannya terutama untuk menghancurkan salah
satu mental blok yang jelek. Sebenarnya banyak cara untuk ini, salah
satunya adalah dengan NLP artinya Neuro Linguistic Programming artinya
sendiri dalam bahasa indonesia adalah bahasa pemrograman untuk otak.
Kita bisa mengartikannya dengan memrogram bawah sadar kita dengan
kata-kata positif yang kita isi berulang ulang dalam keadaan pikiran
bawah sadar kita bisa menerima secara maksimal dari pengulangan
kata-kata positif yang diucapkan dengan gairah dan semangat, juga
disertai keyakinan akan terwujudnya impian dari kata-kata itu. Ini bisa
kita sebut sebagai istilah mantra.
Mantra-mantra penarik rejeki :
1. Tuhan adalah pencipta Alam Semesta, dan
Tuhan berada di Alam Semesta ini. Alam semesta ini dipenuhi oleh
Zat-zat tak kasat mata. Salah satunya adalah Zat bersifat kekayaan.
Dengan permohonan izin Tuhan untuk menghisap Zat kekayaan menjadi
melekat di diri saya. Saya upayakan diri saya menjadi sebuah magnet yang
sangat kuat, untuk menarik zat kekayaan dari alam semesta. (Sambil
membayangkan zat-zat kekayaan itu sebagai berkas sinar seperti bintang
yang kecil bertebaran di seluruh ruangan terkumpul dan melekat menjadi
sinar yang terang mengelilingi badan kita. Badan kita menjadi terang
bercahaya).
2. Saya bersatu dengan kekayaan tak
terbatas. Menjadi berhaklah saya menjadi kaya, bahagia dan sukses. Uang
mengalir kepada saya dengan bebas, berlebih, dan tanpa henti. Saya
selalu sadar akan harga diri saya sebenarnya. Saya berikan semua bakat
saya dan saya selalu mujur. (Dari buku: "Energi Dahsyat Kekuatan Bawah Sadar." dari Joseph Murphy).
3. Uang mengalir kepada saya dalam jumlah
yang sangat besar. Dengan penuh cinta kasih. Berasal dari sumber-sumber
yang terduga maupun dari sumber-sumber yang takterduga.
Kekuatan mantra tergantung keyakinan dan
kerasnya mental blok yang bercokol dalam diri. Semakin sering didoakan
tentunya semakin terkikis mental blok yang buruk. Tergantikan mental
blok yang baik, kearah kesuksesan.
Sumber http://mantrapenarikrejeki.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar