Jumat, 16 Desember 2011

Mantra Penarik Rejeki


Jumat, 09 Desember 2011
 
Ada orang bilang, kalau setiap orang mempuyai takaran gelas rejeki masing-masing. Cukup dengan menerima satu gelas takar. Tidak bisa lebih tapi kalau kurang sangat mungkin. Jika gelas diisi air hingga penuh, lalu terus diisi, maka air akan tumpah. Jika kita menerima itu menjadi bagian dari kita yang kita yakini, niscaya itu sudah terjelma. Rejeki kita tetap, tidak lebih dari takaran.
Tung Desem Waringin bilang kalau ternyata 1% orang di dunia menguasai 50% uang yang beredar, dan 5% orang di dunia menguasai 90% uang yang beredar.  Bahkan ketika Tung Desem Waringin ketika pernah bekerja di bank swasta yang terbesar saat itu, pada waktu beliau pantau, ternyata menguasainya 70% uang yang ada di bank beliau tadi. Pertanyaanya kalau uang di dunia dibagi rata pada semua orang, ternyata yabg menyedihkan adalah kata Marshal Silver dibukunya yang berjudul  Provit Power & Passion, bilang, kalau 1% uang yang dikuasai 1% orang di dunia ini dibagi rata maka dalam jangka 5 tahun uang itu akan kembali ke komposisi yang semula. Buat orang yang tidak layak, pasti ada saja kebutuhan yang harus di penuhi. Kata kebanyakan orang itu bukan rejekinya. Rejeki itu bukan miliknya.
Bisakah kita menjadi berhak atas rejeki yang luar biasa besarnya itu? Tentu bisa. Nasib bisa kita ubah bagi kita yang mau berusaha. Kata para pakar psikolog, nasib kurang baik itu hanyalah adanya mental blok yang bercokol dalam diri kita yaitu pikiran kita. Istilah ilmiahnya, pikiran bawah sadar kita yang berjalan tanpa kita sadari, telah terisi dengan program yang kadang ada bagian program yang tidak kita sadari merasuk secara sadar maupun tidak sadar. Ada yang baik dan yang buruk juga banyak. Yang terus menjadi kebiasaan buruk inilah yang harus kita hapus, atau diubah menjadi lebih baik atau berubah menjadi yang terbaik baut hidup kita.
Pikiran bawah sadar sudah banyak yang tahu adalah pikiran yang secara tidak kita sadari berjalan sesuai program kehidupan kita. Kontribusinya paling mudah kita pahami adalah ketika kita tidur, pikiran bawah sadar kita selalu menyuruh paru-paru kita untuk selalu bernafas, jantung masih memompa darah, meskipun secara sadar justru kita tidak bisa menyuruhnya.Contoh lagi paling mudah kita fahami adalah kemampuan kita terhadap keseimbangan, dan kecekatan, ketika kita berjalan terantuk batu kecil. Secara reflek kita berusaha menunduk dan mengatur keseimbangan sedemikian rupa hingga tetap berdiri.Ini adalah kebiasaan berjalan yang sudah kita lakukan sejak kecil, tertanam secara baik ke dalam pikiran bawah sadar kita.
Berbagai hal yang tertanam dalam pikiran bawah sadar kita yang tertanam rapi begitu lama membekas dan terbiaskan dalam wujud nyata. Ini salah satu mental blok yang baik. Dan ternyata mental blok yang buruk ada juga. Misalnya tertanam dalam pikiran bawah sadar kita yang menyetujui kalau kita memang  pantasnya menjadi orang yang biasa-biasa saja. Contoh adalah pikiran bawah sadar yang tertanam dari kebanyakan anak dari keluarga miskin. Yang menganggap bahwa kemiskinan adalah bagian dari kehidupannya. Inilah nasibnya. Merasa bodoh. Merasa tidak mampu. Mungkin pikiran semacam inilah yang juga sudah tertanam dalam diri. Dalam keadaan semacam itu, tidak semua orang mempunyai pemikiran semacam ini. Terbelenggu dengan keadaan. Terjajah oleh nasibnya sendiriSebagian besar menerima dengan ikhlas secara visual, meskipun dalam hati menggerutu. Sebagian kecil orang memberontak secara halus dengan menolak keadaan ini. Dan memilih untuk mengubah nasibnya.
Banyak para pakar psikolog menyarankan untuk berkonsultasi dengannya dan secara bersama dibantu ahliya untuk menghancurkan mental blok yang bercokol dalam diri. Pilihannya terutama untuk menghancurkan salah satu mental blok yang jelek. Sebenarnya banyak cara untuk ini, salah satunya adalah dengan NLP artinya Neuro Linguistic Programming artinya sendiri dalam bahasa indonesia adalah bahasa pemrograman untuk otak. Kita bisa mengartikannya dengan memrogram bawah sadar kita dengan kata-kata positif yang kita isi berulang ulang dalam keadaan pikiran bawah sadar kita bisa menerima secara maksimal dari pengulangan kata-kata positif yang diucapkan dengan gairah dan semangat, juga disertai keyakinan akan terwujudnya impian dari kata-kata itu. Ini bisa kita sebut sebagai istilah mantra.


Mantra-mantra penarik rejeki :

1. Tuhan adalah pencipta Alam Semesta, dan Tuhan berada di Alam Semesta ini. Alam semesta ini dipenuhi  oleh Zat-zat tak kasat mata.  Salah satunya adalah Zat bersifat kekayaan. Dengan permohonan izin Tuhan untuk menghisap Zat kekayaan menjadi melekat di diri saya. Saya upayakan diri saya menjadi sebuah magnet yang sangat kuat, untuk menarik zat kekayaan dari alam semesta. (Sambil membayangkan zat-zat kekayaan itu sebagai berkas sinar seperti bintang yang kecil bertebaran di seluruh ruangan terkumpul dan melekat menjadi sinar yang terang mengelilingi badan kita. Badan kita menjadi terang bercahaya).
2. Saya bersatu dengan kekayaan tak terbatas. Menjadi berhaklah saya menjadi kaya, bahagia dan sukses. Uang mengalir kepada saya dengan bebas, berlebih, dan tanpa henti. Saya selalu sadar akan harga diri saya sebenarnya. Saya berikan semua bakat saya dan saya selalu mujur. (Dari buku: "Energi Dahsyat Kekuatan Bawah Sadar." dari Joseph Murphy).

3. Uang mengalir kepada saya dalam jumlah yang sangat besar. Dengan penuh cinta kasih. Berasal dari sumber-sumber yang terduga maupun dari sumber-sumber yang takterduga.


 Kekuatan mantra tergantung keyakinan dan kerasnya mental blok yang bercokol dalam diri. Semakin sering didoakan tentunya semakin terkikis mental blok yang buruk. Tergantikan mental blok yang baik, kearah kesuksesan.

Sebenarnya mantra adalah sebuah doa. Kadang sering diartikan untuk melakukan ritual doa kearah pemujaan setan. Mungkin agar tidak diklaim oleh setan arah doa kita, sebaiknya kita memohon izin Tuhan Yang Maha Kuasa pencipta alam semesta untuk merestui doa kita. Mintalah segala sesuatu kepada Tuhan niscaya anda akan selamat dunia dan akhirat.

Sumber http://mantrapenarikrejeki.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar