Jumat, 30 Desember 2011

TIPS MEMILIH DEKORASI PERNIKAHAN: DARI KACAMATA FOTOGRAFER WEDDING


ditulis oleh Mishbahul MunirCEO & Senior Fotografer POETRAFOTO Photography Yogyakarta
Berdasarkan pengalaman saya dan tim sebagai fotografer pernikahan, kami dapat memberikan saran beberapa hal mengenai pemilihan dekorasi pernikahan. Tips ini berguna untuk berbagai pihak, tidak hanya calon pengantin yang akan menikah, namun bisa menjadi masukan juga bagi vendor dekorasi dan wedding organizer (WO) pernikahan.
Inti dalam tips ini adalah pilihlah dekorasi yang menarik untuk di foto. Nah, secara detail dekorasi yang menarik untuk di foto dalam pendapat kami adalah:
(1) Harus memiliki pencahayaan atau lighting yang cukup dan terlihat dramatis di setiap sudut pelaminan atau gedung. Mintalah pada vendor dekor Anda untuk mengangkat setiap detil yang khas, terutama yang akan dan dapat memunculkan tema yang sesuai harapan Anda. Tata cahaya dan warna-warni lampu akan sangat berpengaruh ketika dipotret. Pilihlah dekorasi yang bersahabat dengan fotografer. Jika perlu dan memungkinkan, pertemukanlah fotografer Anda dengan tim dekor atau pihak-pihak terkait untuk mendiskusikannya selama persiapan.
(2) Pilihlah dekorasi yang sesuai dengan tema yang Anda gunakan. Sesuaikan dekor dengan baju dan jenis makeup yang akan dipakai di pelaminan. Pengalaman kami, inginnya memadukan 2 (dua) tema, tapi terkadang penerjemahannya kurang relevan. Sebagai contoh: pengantin memakai baju adat Jawa yang elegan & mistis, tapi backgroundpelaminan malah temanya daun hijau full berderai air mengalir, dinding-dinding gedung dibalut dengan kain-kain warna-warni. Nyambung kah kira-kira? Bisa nyambung, tapi jika itu adalah konsep yang Anda & keluarga inginkan.
Foto Liputan Detil Pernikahan by Wedding Photographer Yogyakarta(3) Perhatikan dengan seksama detil demi detil pelaminan & gedung Anda. Yang sering dilupakan, diantaranya; karpet yang pemasangannya tidak rapi, selain bisa menjatuhkan tamu, Anda pun bisa jatuh karenanya. Karpet tidak rapi, akan merusak hasil foto, akan terlihat kurang rapi. Jika fotonya pun harus diedit, akan memakan effort yang tak sedikit. Anda tidak mau kan, jika fotografer Anda meminta waktu tambahan hanya gara-gara ngedit satu persatu foto keluarga hanya karena karpet yang tidak rapi atau warna karpet yang beda antara satu dengan yang lain?
Pencahayaan pada penerima tamu juga sering dilupakan; mungkin saking fokusnya di pelaminan, kadang cahaya yang menerangi penerima tamu, pagar bagus, pagar ayu, stage penyanyi atau pemain band, meja prasmanan, dll, sering terlupakan. Mereka juga patut di foto dengan sempurna kan?
(4) Pilihkan dekorasi ‘yang bersahabat’ dengan baju atau pakaian apa saja! Perlu diingat, tamu Anda bebas pakai baju apa sajakan? Tamu kita bisa pakai batik, jas, atau apa saja yang mereka mau.
Ini perlu diingat supaya secara keseluruhan hasilnya bisa menarik & nyambung. Mungkinkah Anda bisa mengontrol dengan cara menyarankan para tamu undangan berbaju atau berpakaian yang sama & satu tema, sepertinya akan sulit toh?
Nah, semahal apapun dekorasi pelaminan & aksesoris gedung yang Anda pilih, jika didokumentasikan atau difoto kurang enak dipandang pasti Anda akan menyesal. Jika sudah begitu, jangan sekali-kali menyalahkan fotografer Anda ya… :D
Ingat, bagus bukan berarti harus mahal. Mahal bukan berarti pemborosan. Irit bukan berarti memaksakan diri. Tapi mencoba realistis, itu sebuah keharusan… :)


http://blog.poetrafoto.com/tips-memilih-dekorasi-pernikahan-dari-kacamata-fotografer-wedding/

Tips Fotografi: Mendapat & Memilih Kamera atau Lensa Idaman


Seringkali, untuk mendapatkan kamera, lensa atau peralatan kamera yang kita inginkan, kita merasa sulit sekali mendapatkannya, terutama karena dana kita yang terbatas. Sebenarnya, tidak perlu jadi orang kaya untuk bisa memperoleh kamera dan lensa idaman kita. Tips-tips di bawah ini mungkin bisa membantu.
Penghasilan tambahan
Pertama-tama, kita perlu mendapatkan penghasilan yang lebih dari pengeluaran kita, bila tidak, maka kita akan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar kita dan selalu tidak ada dana untuk membeli peralatan fotografi baru.
Mencari penghasilan tambahan merupakan salah satu solusi yang baik. Pekerjaan tersebut tidak perlu dari fotografi. Lebih baik melalui hal-hal lain yang lebih Anda kuasai. Contohnya, bila Anda seorang guru, Anda bisa memberikan les privat.
Hidup hemat
Kecenderungan manusia bila memiliki penghasilan berlebih yaitu pengeluarannya juga biasanya meningkat seiring dengan penghasilan tersebut. Untuk itu memiliki gaya hidup hemat itu penting. Hemat bisa berarti banyak hal, tapi menurut versi saya, hemat adalah mengeluarkan biaya sedikit mungkin untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya. Namun, jangan terjebak dengan harga yang terlalu murah. Biasanya harga yang terlalu murah dari pasaran itu memiliki resiko tinggi, misalnya mungkin itu penipuan, atau barangsecond yang sudah agak rusak.
Ganti sistem
Rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau, tapi jangan tergiur untuk cepat-cepat upgrade dan pindah sistem/merek kamera sebelum memang benar-benar membutuhkannya. Bukan karena biaya pindah dan upgrade mahal, tapi juga otomatis kita perlu belajar ulang tata letak dari kamera baru tersebut. Butuh waktu yang lumayan lama untuk beradaptasi dengan mulus dengan sistem atau kamera baru.
Lensa lebih tahan lama daripada kamera
Dalam membeli lensa, membeli lensa second atau bekas biasanya termasuk keputusan yang cukup baik, asal memang kita bisa menguji lensa atau lensanya telah diuji oleh pihak yang berpengalaman. Beberapa lensa saya adalah lensa bekas dan saya cukup senang karena mendapatkan lensa yang nyaris baru tapi harganya berbeda hampir 1.5 juta Rupiah dari yang baru.
Membeli lensa yang berkualitas tinggi lebih baik daripada yang tanggung-tanggung, karena kualitas lensa yang tinggi itu jarang turun harganya, sebagian besar naik mengikuti inflasi dan juga kelangkaan barang.
Beli kamera model lama
Kamera DSLR dirilis cukup sering, dalam satu-dua tahun, biasanya model kamera DSLR yang tipe baru akan beredar. Nah, biasanya kamera yang baru dirilis itu akan membuat kamera model yang lama menjadi turun harganya, karena toko-toko ingin menghabiskan stok lama dan mengisinya dengan kamera model baru. Kalau memang kamera model lama mencukupi kebutuhan kita, kenapa tidak memanfaatkan keadaan ini?
Awas akan tawaran bonus atau paket
Hati-hati dengan salesman yang membujuk-bujuk kita membeli paket bundel, misalnya kamera dengan lensa tertentu atau bonus-bonus seperti tas kamera, kartu memori atau batere tambahan. Biasanya bonus-bonus yang diberikan kualitasnya kurang baik dan sudah termasuk di dalam harganya. Jangan terbujuk karena bonusnya saja.
Jual yang lama sebelum beli baru
Kalau memang kita memang membutuhkan peratalan baru, tidak ada salahnya juga menjual peralatan lama yang fungsinya mirip atau memang jarang sekali kita gunakan (misalnya selama ½ tahun tidak pernah memakainya). Nah, dengan penjualan barang lama, bisa membuat dana kita lebih besar untuk membeli peralatan baru yang lebih berkualitas.
Kerja di bidang fotografi
Bekerja di bidang fotografi juga bisa memberikan kesempatan kita untuk memakai dan mengunakan peralatan fotografi baru. Misalnya foto jurnalisme atau fotografer wedding, tinggal pesan dari kantor saja, beres deh.
Semoga berhasil mendapatkan apa yang diidamkan ya… :)
artikel by Enche on May 1, 2011, diambil dari group Fotografer Indonesia DIY, repost by Patrick Geleng Geleng!

@Sumber ; http://blog.poetrafoto.com/tips-fotografi-mendapat-memilih-kamera-atau-lensa-idaman/

Custom PICTURE STYLE for NIKON & CANON: Kumpulan Link Download Gratis!

monggo :

Tips Setting Kamera Buat Fotografer: Belajar dari Kelas Fotografi


ditulis oleh Mishbahul Munir, Tim Fotografer POETRAFOTO Photography Yogyakarta

contoh foto yang pakai tanggal
Coba kalau di foto ini tidak ada tanggalnya, kan bersih dan enak dilihat toh?
Tulisan ini terinspirasi dari kejadian yang saya alami ketika mengasisteni dosen fotografi di Jurusan Komunikasi sebuah perguruan tinggi swasta di Jogja. Ketika itu, tugas saya adalah memilih foto-foto terbaik dari ribuan foto yang dikumpulkan oleh para mahasiswa dari 2 kelas matakuliah fotografi.
Kasus dan fakta menarik yang saya dapatkan ketika itu adalah:
Pertama, dari data teknis foto terlihat hampir 70 persen foto yang dikumpulkan mahasiswa pengambilan gambarnya dilakukan pada tahun 2008, 2007, 2005, 2004, bahkan ada yang dijepret tahun 2000. Padahal, tugas mensyaratkan pengambilan fotonya harus dilakukan pada periode bulan September hingga November 2009.
Fakta keduadari 103 mahasiswa yang mengikuti kelas fotografi, yang melakukan take foto dengan kamera DSLR tak lebih dari 15 mahasiswa. Rata-rata pengambilan gambar menggunakan kamera camdig biasa, bahkan lebih dari 20 mahasiswa memanfaatkan kamera handphone yang mereka miliki.
Fakta ketiga, sebagian besar mahasiswa cenderung asal jepret, misalnya; tak memerhatikan alat atau kamera yang dia bawa, moment apa yang dia ambil, kesesuaian angle atau komposisi jepretan, dan yang paling berani adalah, motret malam tapi tanpa bekal yang cukup, seperti tripod atau flash eksternal. Akhirnya, banyak sekali foto mereka yang kualitasnya jauh dari baik.
Fakta keempat, ada beberapa mahasiswa yang nekad mengumpulkan foto yang diambilnya dari website atau hasil searching di internet. Mungkin pikir mereka, saya tidak bakal tahu kalau mereka copas (copy-paste). Hanya untuk sekedar membuktikan, saya pun mencoba searching dan ternyata menemukan foto-foto yang mereka kumpulkan itu ada di beberapa blog dan website. Parahnya lagi, ada beberapa, nama file fotonya masih asli, sama dengan yang ada di blog atau web itu, tidak mereka ganti sama sekali. Wah, parah ini!
Nah, berdasarkan fakta-fakta di atas, saya ingin mengingatkan bagi siapapun yang ingin belajar motret, baik dengan kamera DSLR maupun yang kamera camdig biasa atau dari HP.
Tips pertama, perhatikan dengan baik settingan tanggal yang ada di kamera Anda. Cek dengan sungguh-sungguh alat kamera yang akan anda gunakan. Apakah tanggal, bulan, dan tahunnya sudah benar? Langkah yang paling gampang yang perlu anda lakukan adalah meng-auto dd/mm/yy di kamera Anda.
Mengapa hal ini penting? Jelas, sangat penting. Akibat dari setting penanggalan yang ngawur, yang paling mengerikan adalah ketika kelak di kemudian hari, foto yang sebenarnya adalah hasil anda, diakui oleh orang lain. Apalagi sampai Anda dituduh menjiplak. Wah, itu bisa menghancurkan masa depan anda sebagai fotografer lho…
Tips kedua, jangan pernah menampilkan tanggal di hasil jepretan kita. (lihat contoh foto di atas). Foto seperti ini hanya akan memperburuk hasil kita. Cek juga hal ini sebelum anda gunakan kamera Anda.
Tips ketiga, belajarlah terlebih dahulu berbagai tips-trik maupun teknis kamera yang akan kita gunakan. Tips-trik ini bisa kita dapatkan dengan membaca buku, artikel, e-book, dan yang paling mudah adalah cari artikel tersebut di Internet. Sekarang sudah banyak sekali e-book gratis yang bertebaran di internet kok.
Tips keempat, sebelum Anda jepret suatu moment atau apapun, tanyakan pada diri Anda, akan Anda buat apa hasil foto itu? Hal ini untuk memudahkan Anda menghasilkan sebuah foto yang tepat atau sesuai dengan kebutuhan Anda.
Tips terakhir, teruslah belajar dari para fotografer yang sudah mumpuni. Jika kita tak bisa berdiskusi langsung dengan fotografer tersebut, carilah artikel yang dia tulis. Belajar yang paling mudah adalah dengan memerhatikan secara seksama foto-foto hasil jepretan mereka.
Oke, selamat belajar!

Jumat, 16 Desember 2011

Mantra Penarik Rejeki


Jumat, 09 Desember 2011
 
Ada orang bilang, kalau setiap orang mempuyai takaran gelas rejeki masing-masing. Cukup dengan menerima satu gelas takar. Tidak bisa lebih tapi kalau kurang sangat mungkin. Jika gelas diisi air hingga penuh, lalu terus diisi, maka air akan tumpah. Jika kita menerima itu menjadi bagian dari kita yang kita yakini, niscaya itu sudah terjelma. Rejeki kita tetap, tidak lebih dari takaran.
Tung Desem Waringin bilang kalau ternyata 1% orang di dunia menguasai 50% uang yang beredar, dan 5% orang di dunia menguasai 90% uang yang beredar.  Bahkan ketika Tung Desem Waringin ketika pernah bekerja di bank swasta yang terbesar saat itu, pada waktu beliau pantau, ternyata menguasainya 70% uang yang ada di bank beliau tadi. Pertanyaanya kalau uang di dunia dibagi rata pada semua orang, ternyata yabg menyedihkan adalah kata Marshal Silver dibukunya yang berjudul  Provit Power & Passion, bilang, kalau 1% uang yang dikuasai 1% orang di dunia ini dibagi rata maka dalam jangka 5 tahun uang itu akan kembali ke komposisi yang semula. Buat orang yang tidak layak, pasti ada saja kebutuhan yang harus di penuhi. Kata kebanyakan orang itu bukan rejekinya. Rejeki itu bukan miliknya.
Bisakah kita menjadi berhak atas rejeki yang luar biasa besarnya itu? Tentu bisa. Nasib bisa kita ubah bagi kita yang mau berusaha. Kata para pakar psikolog, nasib kurang baik itu hanyalah adanya mental blok yang bercokol dalam diri kita yaitu pikiran kita. Istilah ilmiahnya, pikiran bawah sadar kita yang berjalan tanpa kita sadari, telah terisi dengan program yang kadang ada bagian program yang tidak kita sadari merasuk secara sadar maupun tidak sadar. Ada yang baik dan yang buruk juga banyak. Yang terus menjadi kebiasaan buruk inilah yang harus kita hapus, atau diubah menjadi lebih baik atau berubah menjadi yang terbaik baut hidup kita.
Pikiran bawah sadar sudah banyak yang tahu adalah pikiran yang secara tidak kita sadari berjalan sesuai program kehidupan kita. Kontribusinya paling mudah kita pahami adalah ketika kita tidur, pikiran bawah sadar kita selalu menyuruh paru-paru kita untuk selalu bernafas, jantung masih memompa darah, meskipun secara sadar justru kita tidak bisa menyuruhnya.Contoh lagi paling mudah kita fahami adalah kemampuan kita terhadap keseimbangan, dan kecekatan, ketika kita berjalan terantuk batu kecil. Secara reflek kita berusaha menunduk dan mengatur keseimbangan sedemikian rupa hingga tetap berdiri.Ini adalah kebiasaan berjalan yang sudah kita lakukan sejak kecil, tertanam secara baik ke dalam pikiran bawah sadar kita.
Berbagai hal yang tertanam dalam pikiran bawah sadar kita yang tertanam rapi begitu lama membekas dan terbiaskan dalam wujud nyata. Ini salah satu mental blok yang baik. Dan ternyata mental blok yang buruk ada juga. Misalnya tertanam dalam pikiran bawah sadar kita yang menyetujui kalau kita memang  pantasnya menjadi orang yang biasa-biasa saja. Contoh adalah pikiran bawah sadar yang tertanam dari kebanyakan anak dari keluarga miskin. Yang menganggap bahwa kemiskinan adalah bagian dari kehidupannya. Inilah nasibnya. Merasa bodoh. Merasa tidak mampu. Mungkin pikiran semacam inilah yang juga sudah tertanam dalam diri. Dalam keadaan semacam itu, tidak semua orang mempunyai pemikiran semacam ini. Terbelenggu dengan keadaan. Terjajah oleh nasibnya sendiriSebagian besar menerima dengan ikhlas secara visual, meskipun dalam hati menggerutu. Sebagian kecil orang memberontak secara halus dengan menolak keadaan ini. Dan memilih untuk mengubah nasibnya.
Banyak para pakar psikolog menyarankan untuk berkonsultasi dengannya dan secara bersama dibantu ahliya untuk menghancurkan mental blok yang bercokol dalam diri. Pilihannya terutama untuk menghancurkan salah satu mental blok yang jelek. Sebenarnya banyak cara untuk ini, salah satunya adalah dengan NLP artinya Neuro Linguistic Programming artinya sendiri dalam bahasa indonesia adalah bahasa pemrograman untuk otak. Kita bisa mengartikannya dengan memrogram bawah sadar kita dengan kata-kata positif yang kita isi berulang ulang dalam keadaan pikiran bawah sadar kita bisa menerima secara maksimal dari pengulangan kata-kata positif yang diucapkan dengan gairah dan semangat, juga disertai keyakinan akan terwujudnya impian dari kata-kata itu. Ini bisa kita sebut sebagai istilah mantra.


Mantra-mantra penarik rejeki :

1. Tuhan adalah pencipta Alam Semesta, dan Tuhan berada di Alam Semesta ini. Alam semesta ini dipenuhi  oleh Zat-zat tak kasat mata.  Salah satunya adalah Zat bersifat kekayaan. Dengan permohonan izin Tuhan untuk menghisap Zat kekayaan menjadi melekat di diri saya. Saya upayakan diri saya menjadi sebuah magnet yang sangat kuat, untuk menarik zat kekayaan dari alam semesta. (Sambil membayangkan zat-zat kekayaan itu sebagai berkas sinar seperti bintang yang kecil bertebaran di seluruh ruangan terkumpul dan melekat menjadi sinar yang terang mengelilingi badan kita. Badan kita menjadi terang bercahaya).
2. Saya bersatu dengan kekayaan tak terbatas. Menjadi berhaklah saya menjadi kaya, bahagia dan sukses. Uang mengalir kepada saya dengan bebas, berlebih, dan tanpa henti. Saya selalu sadar akan harga diri saya sebenarnya. Saya berikan semua bakat saya dan saya selalu mujur. (Dari buku: "Energi Dahsyat Kekuatan Bawah Sadar." dari Joseph Murphy).

3. Uang mengalir kepada saya dalam jumlah yang sangat besar. Dengan penuh cinta kasih. Berasal dari sumber-sumber yang terduga maupun dari sumber-sumber yang takterduga.


 Kekuatan mantra tergantung keyakinan dan kerasnya mental blok yang bercokol dalam diri. Semakin sering didoakan tentunya semakin terkikis mental blok yang buruk. Tergantikan mental blok yang baik, kearah kesuksesan.

Sebenarnya mantra adalah sebuah doa. Kadang sering diartikan untuk melakukan ritual doa kearah pemujaan setan. Mungkin agar tidak diklaim oleh setan arah doa kita, sebaiknya kita memohon izin Tuhan Yang Maha Kuasa pencipta alam semesta untuk merestui doa kita. Mintalah segala sesuatu kepada Tuhan niscaya anda akan selamat dunia dan akhirat.

Sumber http://mantrapenarikrejeki.blogspot.com/